Lewati ke konten utama
Selsiro
Selsiro

Keuangan

Cara Mencatat Piutang Pelanggan Toko Supaya Tidak Ada yang Lolos

Piutang toko jarang hilang karena pelanggan kabur — hilangnya karena tidak pernah dicatat rapi. Ini cara mencatat dan menagihnya tanpa buku terpisah.

Tim Selsiro7 menit baca

Cara mencatat piutang pelanggan yang paling tidak mudah bocor adalah menempelkan piutang pada notanya, bukan pada buku terpisah. Setiap nota yang belum lunas menyimpan sendiri sisa tagihannya, dan setiap pembayaran dicatat sebagai baris baru — bukan sebagai angka lama yang ditimpa. Dengan begitu, “siapa berutang berapa” tidak pernah perlu dihitung ulang, dan tidak ada catatan yang bisa tertinggal karena buku piutangnya sedang dipegang orang lain.

Piutang di toko kecil jarang hilang karena pelanggan kabur. Hilangnya karena tiga bulan kemudian tidak ada yang ingat apakah Bu Sri sudah membayar yang bulan Maret.

Kenapa buku piutang terpisah selalu bocor

Pola yang paling umum: penjualan dicatat di satu tempat, piutang di buku lain. Masalahnya bukan pada bukunya, melainkan pada kenyataan bahwa satu kejadian harus dicatat dua kali. Setiap pencatatan ganda punya peluang gagal, dan peluang itu selalu terpakai saat toko sedang ramai.

Yang biasanya lolos:

  • pembayaran sebagian yang diterima orang lain saat kamu tidak di toko
  • nota yang awalnya tunai lalu berubah jadi “bayar besok”
  • pelanggan yang membayar sebagian utangnya tanpa menyebut nota yang mana
  • utang yang lunas tapi lupa dicoret, lalu ditagih dua kali — ini yang paling merusak hubungan

Enam hal yang harus ada di setiap catatan piutang

Catatan piutang yang layak dipakai memuat enam hal. Kurang dari ini, kamu akan menebak.

  1. Nomor nota. Piutang selalu berasal dari transaksi tertentu. “Bu Sri utang 400 ribu” tanpa nomor nota tidak bisa diperiksa.
  2. Nama pelanggan yang sama setiap kali. “Bu Sri”, “Ibu Sri”, dan “Sri warung” adalah tiga orang di mata catatanmu. Pilih satu penulisan dan pakai daftar pelanggan, bukan ketikan bebas.
  3. Tanggal transaksi. Bukan tanggal kamu mencatatnya.
  4. Total dan sisa tagihan. Dua angka berbeda; jangan hanya menyimpan salah satunya.
  5. Setiap pembayaran sebagai baris sendiri, lengkap dengan tanggal dan caranya (tunai, transfer, QRIS).
  6. Umur piutang. Berapa hari sejak transaksi. Ini yang menentukan urutan menagih.

Poin kelima adalah yang paling sering disederhanakan, dan paling mahal. Kalau kamu hanya menyimpan sisa tagihan lalu menimpanya setiap kali ada cicilan, kamu kehilangan kemampuan menjawab “kapan saya bayar yang 200 ribu itu?” — dan pertanyaan itu pasti datang.

Membaca umur piutang

Menagih semua orang sekaligus tidak berhasil dan melelahkan. Yang berhasil adalah menagih berdasarkan umur. Kelompokkan piutangmu seperti ini:

Umur Artinya Yang dilakukan
0–14 hari Normal Tidak perlu apa-apa
15–30 hari Mulai lewat Ingatkan sekali, ramah
31–60 hari Perlu perhatian Hubungi langsung, sepakati tanggal
60+ hari Berisiko Setop pemberian utang baru, buat kesepakatan cicilan

Angka-angka ini bisa kamu sesuaikan dengan kebiasaan tokomu — toko perkakas yang melayani tukang biasanya bermain di siklus akhir bulan, jadi 30 hari masih normal. Yang penting adalah ada garisnya, dan garis itu sama untuk semua pelanggan. Piutang yang paling merusak adalah yang dibiarkan karena “orangnya baik”.

Aturan kecil yang mencegah masalah besar

  • Sepakati batas per pelanggan sejak awal. Angka apa pun, asal ada. Pelanggan yang tahu batasnya jarang melewatinya.
  • Jangan beri utang baru sebelum yang lama disepakati jadwalnya. Bukan sebelum lunas — sebelum ada jadwalnya. Ini lebih realistis dan lebih sering dipatuhi.
  • Kirim pengingat sebelum jatuh tempo, bukan sesudah. Pengingat sebelum terasa seperti pelayanan; sesudah terasa seperti tagihan.
  • Catat pembayaran di depan pelanggan. Ini menghilangkan seluruh kategori sengketa “saya sudah bayar”.

Piutang bukan hanya soal siapa berutang

Ada dua angka yang sering tertukar dan keduanya penting.

Penjualan hari ini adalah nilai barang yang keluar hari ini, termasuk yang belum dibayar. Uang masuk hari ini adalah rupiah yang benar-benar kamu terima, termasuk pelunasan dari nota bulan lalu.

Toko yang hanya melihat angka penjualan bisa merasa ramai sambil kehabisan uang untuk kulakan. Itu bukan kasus langka; itu penyebab paling umum toko yang omzetnya naik tapi kasnya kering. Pastikan catatanmu bisa menampilkan keduanya secara terpisah.

Kalau barang belum diambil pembeli

Ada satu situasi yang sering dicampur dengan piutang padahal berbeda: barang sudah dipesan dan dibayar sebagian, tapi belum diambil.

Dua hal terjadi sekaligus di sini — ada sisa tagihan (itu piutang) dan ada kewajiban menyerahkan barang (itu bukan piutang). Catatanmu harus memisahkan keduanya, karena tindakannya berbeda: yang satu ditagih, yang satu diingatkan untuk diambil. Menyatukan keduanya membuat daftar piutangmu penuh dengan nama yang sebenarnya tidak perlu ditagih, dan lama-lama daftar itu tidak dibaca lagi.

Bagaimana Selsiro mencatatnya

Di Selsiro piutang bukan modul terpisah — ia adalah keadaan sebuah nota. Nota yang belum lunas otomatis muncul di daftar piutang dengan sisa tagihan dan umurnya, tanpa kamu mencatat apa pun dua kali.

Yang mengikuti dari sana:

  • Setiap pembayaran adalah barisnya sendiri, dengan tanggal dan metode bayarnya. Nota yang dicicil tiga kali punya tiga baris, bukan satu angka yang ditimpa.
  • Sisa tagihan dihitung, bukan disimpan. Ia selalu sama dengan total dikurangi seluruh pembayaran yang tercatat.
  • Daftar piutang diurutkan menurut umur, jadi yang paling lama menunggak ada di paling atas dan menagih tidak lagi berarti membuka buku satu per satu.
  • Riwayat menempel di pelanggannya. Buka satu pelanggan dan kamu melihat seluruh belanjanya sekaligus sisa utangnya.
  • Laporan Pembayaran memisahkan uang masuk dari penjualan, sehingga dua angka yang sering tertukar itu tidak pernah tertukar.
  • Menyerahkan barang sebelum lunas bisa dikunci per peran. Kalau kamu ingin hanya pemilik yang boleh memutuskan siapa dapat utang, itu satu kunci akses tersendiri.
  • Pesanan yang belum diambil punya statusnya sendiri, dengan tanggal janji ambil, jadi tidak tercampur dengan daftar tagihan.

Kalau buku piutangmu sekarang lebih sering menimbulkan pertanyaan daripada jawaban, coba pindahkan satu bulan terakhir ke Selsiro dan lihat bagaimana bentuknya saat piutang menempel di notanya sendiri. Paket gratisnya cukup untuk satu toko, dan tidak ada batas waktunya. Kamu juga bisa membaca cara pindah dari buku tulis ke aplikasi kasir kalau catatanmu masih di kertas.

Selsiro

Piutang menempel pada notanya.

Sisa tagihan, tanggal, dan setiap pembayaran tercatat di nota yang sama — tidak ada buku piutang terpisah yang bisa tertinggal di rumah.

Bu Sri Wahyuni

INV-2026-0318 · jatuh tempo 28 Ags

  • Total notaRp 2.400.000
  • DP · 14 AgsRp 500.000
Sisa tagihanRp 1.900.000
Digambar dari data contoh toko “Sumber Rezeki”, katalog yang sama yang dipakai di seluruh situs ini.